Film Alas Roban Resmi Diperkenalkan, Hadirkan Horor Legenda Jawa dengan Sentuhan Emosional

Terinspirasi Relasi Manusia dan Alam

Insight33 Dilihat
banner 970x250

JAKARTA, CIREBON INSIGHT –
Film horor terbaru berjudul Alas Roban resmi diperkenalkan kepada publik melalui acara pemutaran perdana dan jumpa pers yang berlangsung meriah, Senin, 5 Januari 2026 di Studio 2 Epicentrum XXI, Jakarta. Film ini mendapat sambutan antusias setelah sebelumnya melakukan rangkaian roadshow ke sejumlah kota di Pulau Jawa yang hampir seluruhnya sold out.

Acara tersebut dihadiri oleh para pembuat film dan jajaran pemain utama, mulai dari produser, sutradara, penulis naskah, hingga para aktor dan aktris yang membintangi film ini. Suasana penuh kehangatan dan apresiasi terasa sejak awal acara, menandai besarnya ekspektasi terhadap film yang mengangkat legenda mistis Alas Roban, sebuah kawasan hutan legendaris di Jawa yang sarat cerita gaib.

banner 970x250

Digagas Sejak 2023, Lewati Proses Riset Mendalam

Cast and Crew Alas Roban.*
Produser Alas Roban, Oswin Bonifanz, mengungkapkan bahwa film ini telah melalui proses pengembangan yang panjang sejak tahun 2023. Ide awal berangkat dari keinginan mengangkat folklore Alas Roban, namun dengan pendekatan yang berbeda dari film horor kebanyakan.

“Awalnya, kami punya judul Alas Roban, tapi belum tahu mau dibawa ke arah mana. Karena ini legenda, kami tidak ingin asal membuat,” ujar Oswin.

Tim produksi bahkan melakukan riset langsung ke lokasi Alas Roban, bertemu dengan sejumlah narasumber, warga setempat, hingga tokoh daerah. Dukungan pemerintah daerah juga turut membantu kelancaran proses riset. Dari perjalanan tersebut, tim mendapatkan banyak wawasan baru yang kemudian menjadi fondasi cerita film.

Horor Tanpa Jumpscare, Sarat Makna Sosial dan Ekologis

Sutradara Alas Roban, Hadrah Daeng Ratu, menegaskan bahwa film ini bukan horor yang mengandalkan jumpscare atau gore. Ia memilih membangun ketakutan melalui karakter, psikologi, dan kedekatan emosional dengan penonton.

“Alas Roban adalah road movie horor, tapi yang paling penting ada moral story yang kuat. Tentang ibu, anak, dan relasi manusia dengan alam,” jelas Hadrah.

Menurutnya, Alas Roban bukan sekadar lokasi, melainkan cerita kolektif yang hidup di masyarakat Jawa. Banyak orang memiliki pengalaman atau cerita tersendiri tentang kawasan tersebut, sehingga rasa takut dalam film ini tumbuh dari memori kolektif dan trauma psikologis para karakter.

Penulisan Cerita Terinspirasi Relasi Manusia dan Alam

Penulis skenario Evelyn Afnila menjelaskan bahwa tantangan terbesarnya adalah merangkai legenda Alas Roban menjadi cerita yang relevan dengan kehidupan masa kini. Ia memilih mengangkat tema bumi, alam, dan keberadaan makhluk tak kasat mata sebagai bagian dari keseimbangan semesta.

“Menurutku, tempat-tempat yang belum tersentuh manusia itu sudah memiliki ‘penghuni’. Dari situ aku menarik benang merah antara mistis, alam, dan manusia,” ujar Evelyn.

Pendekatan ini membuat Alas Roban tidak hanya berbicara soal horor, tetapi juga refleksi tentang bagaimana manusia memperlakukan alam dan dampaknya terhadap kehidupan.

Deretan Pemain dan Karakter yang Kuat

Film Alas Roban dibintangi oleh sejumlah nama besar, di antaranya Rio Dewanto, Taskya Namya, Michelle Ziudith, Imelda Therinne, Dia Sekar, serta aktor cilik Farah Sakila.

Rio Dewanto berperan sebagai Suprianto, seorang sopir ambulans yang memiliki trauma masa lalu terkait Alas Roban. “Karakter ini punya lapisan emosi yang dalam, kehilangan istri dan anak, dan belum selesai dengan masa lalunya,” kata Rio.

Sementara itu, Michelle Ziudith menyebut film ini sebagai debut horor pertamanya. Ia mengaku tertarik karena cerita yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga hangat dan emosional. “Ini bukan sekadar film horor, tapi juga cerita ibu dan anak yang sangat menyentuh,” ujarnya.

Taskya Namya, yang dikenal sebagai “princes horor”, turut menghadirkan karakter dengan konflik keluarga yang kuat. Ia menyebut banyak adegan yang berkembang secara organik di lokasi syuting, membuat karakter terasa hidup dan realistis.

Harapan Besar untuk Penonton Indonesia

Sutradara Alas Roban, Hadrah Daeng Ratu.*

Melalui film ini, para pembuat berharap Alas Roban dapat diterima luas oleh masyarakat dan menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam.

“Kami berharap film ini bisa dinikmati dan menyentuh penonton, bukan hanya menakutkan, tapi juga memberi ruang untuk merenung,” tutup Oswin.

Film Alas Roban dijadwalkan segera tayang di bioskop pada 15 Januari 2026 dan siap menjadi salah satu film horor Indonesia yang menawarkan pengalaman berbeda—menggabungkan legenda, emosi, dan pesan kemanusiaan dalam satu cerita utuh.(Irfan/Cirebon Insight)

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *