CIREBONINSIGHT – Pemerintah Kota Cirebon mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas berbagai capaian pembangunan yang berhasil diraih menjelang peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599. Berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga keberhasilan pengendalian inflasi yang diakui secara nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, saat menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke-599, Selasa (16/6/2026).
Herman menilai Kota Cirebon saat ini berada pada jalur pembangunan yang baik di bawah kepemimpinan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Menurutnya, sejumlah indikator strategis menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Indeks Pembangunan Manusia Kota Cirebon sudah mencapai 78,99, tingkat pengangguran berada di angka 6,41 persen, dan pengendalian inflasi berjalan sangat baik,” ujar Herman.
Ia mengungkapkan, keberhasilan pengendalian inflasi Kota Cirebon bahkan mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi kepada Kota Cirebon sebagai salah satu daerah dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik di Indonesia.
Meski demikian, Herman mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat.
“Prestasi yang diraih pada usia ke-599 tahun ini patut disyukuri. Namun ke depan kita harus bekerja lebih baik lagi, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan menurunkan indeks gini,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan peringatan Hari Jadi Cirebon bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi dan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah.
“Hari Jadi Cirebon ke-599 harus menjadi sarana evaluasi dan refleksi atas pengabdian serta karya bakti yang telah kita lakukan untuk masyarakat. Sejarah panjang yang dimiliki Cirebon menuntut kita menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan berkualitas,” ujarnya.
Menurut Edo, tema Hari Jadi Cirebon tahun ini, “Manunggal Winangun Caruban”, mencerminkan semangat kolaborasi yang harus diwujudkan dalam kerja nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi kami tempatkan sebagai mesin utama penggerak pembangunan. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Edo juga memaparkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih Kota Cirebon sepanjang 2026. Di antaranya penghargaan Rumah Data Kependudukan Paripurna dari BKKBN Jawa Barat, raihan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut, serta penghargaan terbaik pertama kategori Pengendalian Inflasi Daerah tingkat kota se-Jawa dan Bali dari Kementerian Dalam Negeri.
Menjelang usia enam abad, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjawab berbagai tantangan pembangunan sekaligus mewujudkan kesejahteraan yang semakin merata.
“Perbedaan adalah bagian dari kehidupan demokrasi, namun komitmen untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon harus menjadi tujuan bersama yang tidak boleh ditawar,” pungkas Edo.(Hasan/Cireboninsight/Advertorial)









