Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Wali Kota Cirebon Cek Stok Pangan dan BBM di Pasar hingga SPBU

Berita47 Dilihat
banner 970x250

CIREBONINSIGHT – Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau ketersediaan dan distribusi bahan kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis (5/3/2026).

Pemantauan dilakukan bersama perwakilan Bank Indonesia, Bulog, serta sejumlah kepala perangkat daerah dengan menyasar beberapa titik strategis di Kota Cirebon. Lokasi yang dikunjungi antara lain Pasar Jagasatru, SPBU di Jalan Bypass, serta pusat perbelanjaan Yogya Junction.

banner 970x250

Di Pasar Jagasatru, Wali Kota berdialog langsung dengan para pedagang untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan. Dari hasil pemantauan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat kendala distribusi dari daerah pemasok.

“Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Jagasatru, memang ada kenaikan harga pada komoditas sayuran seperti cabai karena pasokan dari daerah sumber agak terbatas. Selain itu, telur puyuh juga mengalami kenaikan dan stoknya mulai terbatas,” ujar Effendi Edo.

Meski demikian, ia memastikan ketersediaan bahan pangan utama seperti beras dan daging ayam masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Salah satu pedagang di Pasar Jagasatru, Jejen, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Sekitar dua hari ini harga cabai naik, terutama cabai rawit merah yang sekarang mencapai Rp100 ribu per kilogram. Sebelumnya masih sekitar Rp80 ribu. Pembeli tetap ada, tapi biasanya jumlah pembelian dikurangi,” katanya.

Menanggapi kenaikan harga tersebut, Pemerintah Kota Cirebon menyiapkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Cirebon, Kepolisian, Bank Indonesia, dan Bulog, yang direncanakan berlangsung hingga menjelang puncak arus mudik Lebaran.

Selain memantau ketersediaan pangan, rombongan juga melakukan pengecekan di SPBU Jalan Bypass untuk memastikan kualitas serta takaran BBM yang dijual kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan uji tera pompa bahan bakar pada produk Pertalite dan Pertamax guna memastikan takaran sesuai standar.

“Untuk BBM, hasil pengujian masih jauh di bawah ambang batas toleransi, yakni sekitar 30 hingga 50 mililiter. Seluruh pompa sudah ditera dan dinyatakan aman sehingga siap melayani kebutuhan masyarakat maupun pemudik yang melintasi Kota Cirebon,” kata Wali Kota.

Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif Pemerintah Kota Cirebon guna memastikan ketersediaan stok pangan dan BBM tetap aman serta harga tetap terkendali selama Ramadan dan Idulfitri.(Muhasan/CI)

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *