
CIREBONINSIGHT – Pemerintah Kota Cirebon melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) menggelar sosialisasi pencegahan stunting sekaligus membagikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada balita yang terindikasi stunting di Kelurahan Kebonbaru, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting serta memastikan tumbuh kembang anak di Kota Cirebon berlangsung optimal.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang juga menjabat sebagai Ketua TP3S, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan otak dan kesehatan jangka panjang.
Menurutnya, masa paling penting dalam pertumbuhan anak terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Anak adalah anugerah sekaligus amanah. Pada 1.000 hari pertama kehidupan itulah fondasi kecerdasan dan kesehatan anak dibangun. Jika kebutuhan gizinya terpenuhi, anak akan tumbuh sehat, aktif, dan mudah menerima pelajaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program pembagian Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan memberikan bantuan makanan kepada keluarga yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi balita.
Menu makanan yang diberikan, kata dia, telah disusun dengan memperhatikan kebutuhan gizi anak, termasuk kandungan protein dan mikronutrien yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang.
Selain itu, Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal. Kota Cirebon yang berada di wilayah pesisir memiliki banyak sumber pangan bergizi yang mudah diperoleh masyarakat, seperti ikan dan telur.
“Ikan dan telur adalah sumber protein yang sangat baik untuk perkembangan otak anak. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua konsisten memberikan makanan bergizi setiap hari,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan. Anak yang sering mengalami infeksi akibat lingkungan tidak bersih berisiko mengalami gangguan penyerapan gizi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk saluran drainase dan sanitasi rumah tangga.
Wakil Wali Kota juga mendorong para ibu untuk aktif berkonsultasi dengan kader Posyandu terkait tumbuh kembang anak.
“Peran ibu sangat penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Jangan ragu berkonsultasi dengan kader Posyandu. Setiap makanan bergizi yang diberikan hari ini adalah investasi bagi masa depan anak,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cirebon berharap kegiatan ini dapat membantu menurunkan angka stunting secara bertahap melalui kombinasi bantuan gizi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pola asuh dan kesehatan lingkungan.
Salah satu warga Kebonbaru, Yuni, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia mengatakan bantuan makanan bergizi dan penjelasan mengenai pengolahan bahan pangan lokal memberikan pemahaman baru bagi para orang tua.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon. Selain mendapat bantuan makanan, kami juga diberi penjelasan cara mengolah makanan bergizi untuk anak. Jadi kami lebih paham bagaimana mencegah stunting dari rumah,” katanya.(Muhasan/CI)









