Festival Ramadan Ramai Pengunjung, Wali Kota Minta Penataan Lalu Lintas dan Area Dagang Diperkuat

Berita37 Dilihat
banner 970x250

CIREBONINSIGHT – Festival Ramadan Kota Cirebon 2026 memberi dampak positif bagi pergerakan ekonomi masyarakat. Selama bulan suci ini, kawasan festival menjadi pusat aktivitas warga sekaligus tempat bagi ratusan pelaku usaha kecil untuk mengais rezeki menjelang Idulfitri.

Berdasarkan hasil evaluasi sementara, tercatat sebanyak 498 pedagang ikut berpartisipasi dalam festival tersebut. Setiap harinya, kawasan ini dikunjungi lebih dari 6.000 orang. Tingginya jumlah pengunjung itu turut mendongkrak pendapatan pedagang dengan rata-rata omzet sekitar Rp397.000 per hari. Angka ini menunjukkan daya beli masyarakat yang masih cukup kuat selama Ramadan.

banner 970x250

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Hal itu ia sampaikan saat memimpin rapat evaluasi Festival Ramadan di Balai Kota, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Ia berharap suasana yang kondusif dapat terus terjaga hingga akhir Ramadan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar.

“Saya bersyukur melihat perekonomian masyarakat begitu bergerak. Semoga sampai akhir Ramadan situasi tetap aman dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pengunjung,” ujarnya.

Wali Kota juga meminta para camat dan lurah di wilayah sekitar lokasi festival untuk aktif memantau kondisi di lapangan. Kehadiran pemerintah dinilai penting untuk memastikan kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat kecil, terutama dalam mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Wali Kota turut menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan publik. Ia mengingatkan agar aktivitas festival tidak mengganggu pengguna jalan maupun aktivitas masyarakat lainnya.

“Ekonomi harus bergerak, tetapi jangan sampai mengabaikan kenyamanan publik. Saya minta petugas di lapangan lebih tegas namun tetap humanis dalam mengatur lalu lintas. Kita ingin kegiatan ekonomi tumbuh, tetapi tata kota tetap terjaga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan festival berjalan dengan baik meskipun sempat menghadapi beberapa kendala, salah satunya cuaca hujan yang cukup sering turun.

“Secara keseluruhan kegiatan berjalan sesuai rencana. Walaupun cuaca sering hujan, antusiasme masyarakat tetap tinggi dan responsnya sangat positif,” katanya.

Menurut Iing, salah satu daya tarik utama festival ini adalah keberadaan area kuliner yang mudah diakses pengunjung. Para pedagang juga merasakan manfaat langsung karena mendapatkan tambahan pendapatan untuk persiapan Idulfitri.

Namun demikian, pihaknya juga mencatat beberapa kendala teknis di lapangan, seperti adanya lapak yang kosong atau penggunaan nomor lapak yang tidak sesuai. Untuk itu, DKUKMPP akan melakukan penertiban administrasi agar pembagian lapak lebih tertib dan adil bagi seluruh pedagang yang telah mengajukan izin.

Ke depan, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen melakukan sejumlah perbaikan berdasarkan hasil evaluasi yang ada. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain penataan kantong parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas dua arah serta pengaturan zonasi pedagang supaya kawasan festival lebih tertata dan mudah diakses pengunjung.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, Festival Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan musiman, tetapi juga berkembang menjadi salah satu ikon wisata religi dan pusat kuliner yang membanggakan bagi masyarakat Kota Cirebon.(Muhasan/CI)

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *