CIREBONINSIGHT – Pemerintah Kota Cirebon bergerak cepat menangani berkurangnya pasokan air bersih yang dialami sebagian warga Blok Cadas Ngampar RW 08 Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, akibat musim kemarau.
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati turun langsung meninjau kondisi pemenuhan air bersih di wilayah tersebut, Senin (3/8/2026). Peninjauan dilakukan setelah pemerintah menerima laporan dari masyarakat terkait berkurangnya debit air selama kemarau.
Hasil survei lapangan kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi antara perangkat daerah terkait, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM Kota Cirebon untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
“Alhamdulillah, setelah menerima informasi dari warga, kami bersama perangkat daerah terkait langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya. Hasil survei itu kemudian langsung ditindaklanjuti oleh BPBD dan PDAM agar kebutuhan air bersih masyarakat di Cadas Ngampar bisa segera terpenuhi,” ujar Siti Farida.
Untuk penanganan sementara, pemerintah menyiapkan distribusi air menggunakan mobil tangki. Penyaluran akan disesuaikan dengan kapasitas bak penampungan yang tersedia di lokasi.
Kapasitas bak penampungan diperkirakan mencapai 15 ribu liter. Dengan kapasitas tersebut, distribusi direncanakan sebanyak tiga mobil tangki setiap pekan.
“Perhitungan sementara, bak penampungan yang ada mampu menampung sekitar 15 ribu liter air. Karena itu, distribusinya direncanakan tiga mobil tangki setiap minggu agar kebutuhan warga tetap dapat terlayani,” jelasnya.
Selain distribusi air melalui mobil tangki, Pemkot Cirebon juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pengembangan jaringan perpipaan. Saat ini jaringan yang tersedia baru mampu melayani sekitar 90 kepala keluarga.
Penambahan jaringan diperlukan agar cakupan pelayanan air bersih dapat diperluas dan distribusinya lebih optimal ke rumah-rumah warga.
Siti Farida menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu perhatian pemerintah, terutama saat musim kemarau berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah.
“Setiap musim kemarau tentu memiliki tantangan tersendiri. Karena itu pemerintah akan terus berupaya menghadirkan solusi terbaik agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih. Ini merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dan berkaitan langsung dengan kesehatan serta aktivitas sehari-hari warga,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RW 08 Kopiluhur, Khaerudin, mengatakan wilayahnya tidak sepenuhnya mengalami kekeringan. Persoalan yang dihadapi warga lebih disebabkan penurunan debit air dari sumur dan sumur bor akibat kemarau yang berlangsung cukup lama.
“Kalau disebut kekeringan sebenarnya tidak. Hanya saja, saat kemarau panjang debit air dari sumur dan sumur bor memang berkurang, sehingga pasokan air yang digunakan warga sehari-hari menjadi lebih terbatas,” katanya.
Khaerudin mengapresiasi respons Pemkot Cirebon yang segera menyalurkan bantuan air bersih. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga yang mengalami keterbatasan pasokan.
Ia juga berharap pemerintah meningkatkan kapasitas jaringan perpipaan yang sudah tersedia. Menurut Khaerudin, ukuran pipa yang digunakan saat ini masih relatif kecil sehingga distribusi air ke rumah warga belum maksimal.
“Kami berharap jaringan perpipaan yang ada bisa ditingkatkan dengan menggunakan pipa berukuran lebih besar. Dengan begitu, distribusi air ke rumah-rumah warga akan lebih lancar dan jangkauan pelayanannya juga bisa semakin luas,” ujarnya.
Untuk sementara, distribusi air diprioritaskan bagi warga RT 05 yang dinilai paling terdampak keterbatasan pasokan. Sementara jumlah penduduk di RW 08 secara keseluruhan mencapai sekitar 3.800 jiwa.
“Untuk sementara penyaluran air diprioritaskan bagi warga di sekitar RT 05 yang memang paling membutuhkan. Sedangkan jumlah penduduk di RW 08 secara keseluruhan kurang lebih mencapai 3.800 jiwa,” tambahnya.
Khaerudin menjelaskan, kualitas air tanah di sebagian besar wilayah RW 08 masih tergolong baik dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi berbeda ditemukan di kawasan Blok Masjid RT 05 karena air sumurnya memiliki kandungan garam cukup tinggi.
“Sebagian besar wilayah di sini masih memiliki kualitas air yang cukup baik. Hanya di kawasan Blok Masjid RT 05 air sumurnya cenderung asin, sehingga warga di wilayah itu memang membutuhkan pasokan air bersih tambahan,” pungkasnya.(Hasan/CirebonInsight)





